Tentang RIRI SATRIA

Screen Shot 2017-08-12 at 6.46.58 AMSaya mulai menulis puisi sejak duduk di bangku SMP dan berlanjut sampai SMA. Perjalanan hidup saya jauh dari sastra ataupun seni pada umumnya. Itu mungkin yang menyebabkan saya vakum menulis puisi selama 19 tahun antara tahun 1988 sampai 2007.

Oh ya, saya lahir di kota Padang – Sumatera Barat, tanggal 14 Mei 1970, lalu menempuh sekolah sampai SMA di kota Padang.

Pada tahun 1988, setelah lulus SMA Negeri 2 Padang, saya melanjutkan sekolah di Universitas Indonesia, program studi ilmu komputer.

Walaupun kesibukan sekolah dan membangun karir membuat saya terjauhkan dari dunia puisi (dan sastra pada umumnya), tetapi minat itu tetap ada walaupun hanya sebagai penyuka. Lagipula, ini mungkin karena saya memang tak pernah punya niat menjadi seorang sastrawan.

Pada tahun 2007, saya kembali menulis puisi, walaupun terasa kagok untuk menuliskan bait-bait kata itu kembali. Pada kurun waktu 2007 – 2013 saya menulis puisi di blog pribadi dengan menggunakan beberapa nama pena.

Saat ini (sejak tahun 2013) saya mempublikasikan puisi dan tulisan singkat seputar sastra lainnya di blog pribadi saya ini (juga sebagian di Facebook) dengan identitas sebagai seorang Riri Satria. Saya kembali menemukan dunia yang sempat hilang dan menikmatinya kembali.

Blog ini hanyalah sekedar buku harian untuk menulis, terutama puisi. Saya menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran dan terasa dalam batin, walaupun mungkin kalau dikaji kualitas tulisannya masih kelas pemula .. hehehe .. pokoknya menulis saja. Ya, sesederhana itu.

Saya juga menyukai fotografi. Maka pada blog ini saya juga tayangkan beberapa hasil jepretan yang menarik. Itulah sebabnya blog ini bernama “warna” dan “kata“. Jika “kata” adalah mewakili tulisan, maka “warna“mewakili fotografi. Tetapi secara keseluruhan membuat dunia saya menjadi berwarna.

img_0495Sebagian dari puisi yang ada di blog ini sudah diterbitkan pada buku antologi puisi saya yang pertama, ‘JENDELA terbit bulan September 2016.

Mengapa saya beri nama JENDELA? Saya merasa kumpulan puisi yang ada pada buku ini merupakan hasil penerawangan saya melalui berbagai jendela kehidupan. Saya ibarat berada di sebuah ruangan dengan banyak jendela di mana setiap jendela memperlihatkan dimensi yang berbeda dalam kehidupan.

Saat ini saya sedang mempersiapkan buku antologi puisi yang kedua, berjudul “WINTER IN PARIS”, berisikan kumpulan puisi yang saya tulis ketika berada di Paris saat musim dingin.

Saya aktif di Dapur Sastra Jakarta, sebuah komunitas penggiat sastra maya (cyber-literature community) di media sosial Facebook, sebagai anggota dan sekaligus admin pada komunitas tersebut.

Beberapa puisi saya pernah diterbitkan dalam buku antologi bersama, yaitu :
METAMORFOSIS (2014).
PUISI MENOLAK KORUPSI 4 (2015).
UNTUK JANTUNG PEREMPUAN (2015).
SETELAH 67 TAHUN DI KARET (2016).
PALAGAN SASTRA (2015).
MEMO ANTI TERORISME (2016),.
MEMO ANTI KEKERASAN TERHADAP ANAK (2016).
SEBERKAS CINTA (2016).
PUISI MENOLAK KORUPSI VI (2017).

Pada dunia profesional sehari-hari, saya adalah Founder dan sekaligus CEO pada Value Alignment Group, perusahaan penyedia jasa profesional (professional services) di bidang manajemen, yaitu konsultan dan riset bidang manajemen strategis, pengembangan organisasi, human capital management, serta manajemen teknologi informasi dan inovasi bisnis berbasis teknologi informasi.

Pada dunia akademik, saya adalah seorang dosen pada Program Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (MTI-UI) serta program Magister Manajemen (MM) Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Saya mengajar manajemen strategis tingkat bisnis dan korporat, aspek ekonomi dan manajerial dari teknologi informasi, serta metodologi penelitian.

Selain itu saya pernah mengajar di program Magister Akuntansi (Maksi) Universitas Trisakti 2004-2007, Magister Komputer Universitas Budi Luhur (MKom-UBL) 2004-2007, serta program Master of Information Technology Swiss-German University (MIT-SGU) 2011-2015.

15138312_10211072561680859_6839273762756385799_o-1
Saya ikut serta baca puisi pada peringatan Hari Puisi Nasional tahun 2016 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Latar belakang pendidikan saya adalah Sarjana Ilmu Komputer dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia (UI), kemudian Magister Manajemen bidang manajemen strategis dan internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM, dan saat ini saya sedang menyelesaikan sekolah S3 pada Program DBA (Doctor of Business Administration) di PSB Paris School of Business, di Paris, Perancis.

15327495_745391228962900_367354258925549003_n
Di kota jantung puisi Eropa, Paris, Perancis (Desember 2016). Konon katanya, di kota ini puisi tak pernah berhenti.

Jadi, saya tidak memiliki latar belakang apa-apa di bidang puisi (apalagi sastra) selain hanya seorang penyuka dan mencoba-coba untuk menulis. Hidup saya berada di dunia yang “kurang nyeni”, yaitu konsultan dan akademisi di bidang yang jauh dari sastra.

Namun menurut saya, menulis analisis ilmiah, populer, prosa, maupun puisi, sebenarnya memiliki prinsip yang sama, yaitu fokus pada satu topik, memiliki daya gugah yang tinggi, serta menggunakan kalimat yang efektif dan efisien. Hanya saja, penulisan ilmiah dan populer non-fiksi dimulai dari suatu penalaran atau analisis yang sistematis dan dikemas sedemikian rupa dalam bentuk tulisan yang argumentatif.

Berbeda dengan puisi (atau karya sastra pada umumnya) dimulai dari suatu pengalaman batin yang dituangkan ke dalam tulisan yang menusuk kepada perasaan. Tetapi walaupun berbeda, semua tulisan tersebut harus memiliki daya gugah yang tinggi supaya diapresiasi oleh pembacanya.

Saya mengalami sendiri bahwa tidak mudah melepaskan pengaruh gaya penulisan ilmiah yang dimulai dari penalaran, menjaga keterurutan logika, dan argumentatif ke dalam gaya penulisan puisi. Kritik dari beberapa sahabat pun mengatakan hal yang sama.

Menurut sahabat saya, Remmy Novaris, seorang penyair senior yang saya kenal di Dapur sastra Jakarta, logika di dalam puisi juga sebenarnya sangat ketat. Sering disebut logika puitika. Ada juga istilah lisensia puitika.

Sebenarnya dengan kekayaan disiplin ilmu lainnya, semua istilah yang ada bisa memperkaya puisi. Jadi puisi tidak hanya persoalan daun, bulan dan matahari, tapi juga garis-garis linier dan horisontal dalam grafik, prosentase dan lainnya. Bahkan banyak penyair yang berhasil karena eksakta yang kuat.

Menarik bukan?

Walaupun demikian, tulisan apapun itu, baik tulisan ilmiah, populer, bahkan sampai tulisan sastra seperti prosa dan puisi, kekuatannya terletak kepada daya gugah yang diciptakan terhadap pembacanya. Jika tulisan itu berhasil “mengusik” si pembaca, setidak tulisan itu sudah berhasil di fase pertama. Berikutnya tentu terkait dengan tindak lanjut yang akan dilakukan si pembaca tersebut.

Ada satu tips yang selalu saya yakini dalam menulis puisi, yaitu tuliskan saja apa yang terasa di pikiran dan hati, apapun itu .. Hidup itu adalah puisi yang yang tak pernah selesai .. Jadi tuliskanlah semuanya.

hidup itu adalah perjalanan
berteman semangat dan gairah
istirahat sejenak adalah perenungan
berteman tafakur dan keheningan

kehidupan itu merangkai kisah
yang tak pernah putus
ada hangat dan bahagia
ada air mata dan nestapa
ada hitam dan putih
ada siang dan malam
ada terik dan hujan

hidup ibarat menulis bait puisi
yang panjang tak pernah selesai

Salam sastra
Riri

BEBERAPA BUKU ANTOLOGI BERSAMA YANG MEMUAT KARYA SAYA :

20690425_10154596073661227_8382432224213416463_o
PUISI MENOLAK KORUPSI VI, Elmatera Yogyakarta, 2017, ISBN 978-602-1048-23-8. Kurator : Sosiawan Leak.


SEBERKAS CINTA, Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia, Lembaga Nittramaya dan Digda Pustaka, 2016, ISBN 978-602-1669-08-2. Kurator : Bambang Eka Prasetya.


MEMO ANTI KEKERASAN TERHADAP ANAK, Forum Sastra Surakarta, 2016, ISBN 978-602-6284-35-8. Kurator : Sosiawan Leak.


MEMO ANTI TERORISME, Forum Sastra Surakarta, 2016, ISBN 978-602-1048-89-4. Kurator : Sosiawan Leak.


SETELAH 67 TAHUN DI KARET, Mengenang Penyair Chairil Anwar, Diandra Kreatif Jogjakarta, 2015. ISBN 978-602-336-230-1. Kurator : Ewith Bahar.


PALAGAN SASTRA, Kumpulan Puisi 65 Penyair Grup Dapur Sastra Jakarta 2015-2016, Teras Budaya Jakarta, 2014, ISBN 978-602-1226-52-0. Kurator : Remmy Novaris DM.


UNTUK JANTUNG PEREMPUAN, Diandra Kreatif Jogjakarta, 2015. ISBN 978-602-336-079-6. Kurator : Ewith Bahar.


PUISI MENOLAK KORUPSI IV, Forum Sastra Surakarta, 2015, ISBN 978-602-1048-23-8. Kurator : Sosiawan Leak.


METAMORFOSIS, Kumpulan Puisi 50 Penyair Grup Dapur Sastra Jakarta 2014, Teras Budaya Jakarta, 2014, ISBN 978-602-1226-20-9.. Kurator : Remmy Novaris DM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s