Mengurai Langit

(kolaborasi bersama Mawar Kikan)

Menelusuri jalan penuh warna
Di bawah gerimis malam Jakarta
Tubuh angin masih melata
Mengurai langit pekat tanpa bulan

Wajah menatap lampu-lampu jalan
Musim tak serupa khayalan
Masih kita jelajahi malam
Sebelum doa tuntas dikumandangkan

Gerimis masih memeluk tubuh angin
Mengeja denyut nadi hingga lelap melumat letih
Ke mana musim mengajak bersama menyusun puisi

Sedang langkah menuju kembali ke ruang tanpa ruang
Tempat segala mimpi rebah dengan tabah
Menyusun harap yang terlanjur dikenang

Jakarta-Ungaran
24-05-2018

Advertisements

One thought on “Mengurai Langit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s