Pengetahuan dan Penilaian

Berapakah 1 + 1?

Si A menjawab 2, sementara itu si B menjawab 10.

Manakah yang benar.
Keduanya benar!
Loh kok bisa?
Iya, bisa!

Jika kita menggunakan sistem bilangan berbasis sepuluh, maka si A benar. Tetapi jika kita menggunakan sistem bilangan berbasis dua atau biner, maka si B benar.

Jika pengetahuan kita hanya sebatas bilangan berbasis sepuluh dan tidak pernah tahu bilangan berbasis biner, maka tentu kita akan mengatakan si B itu salah dan hanya si A yang benar.

Loh, bukankah yang umum itu dipakai bilangan berbasis sepuluh? Mungkin saja, tetapi hanya memahami sesuatu yang umum tidak serta merta membuat sesuatu yang dianggap “tidak umum” itu salah.

Ya begitulah. Kemampuan manusia untuk menilai sesuatu memang sangat ditentukan oleh pengetahuan, dan juga wawasannya, di samping kemampuan berpikir atau nalarnya.

Semakin banyak pengetahuan dan semakin luas wawasan, semakin membuat seseorang memiliki banyak pertimbangan sebelum membuat suatu penilaian, apalagi menyalahkan sesuatu dengan mudah.

Nah, itu baru topik sistem bilangan. Bagaimana dengan topik-topik yang jauh lebih serius dan kompleks?

Begitu mudahkan kita menilai orang lain salah dan kita benar?

Jangan-jangan pengetahuan dan wawasan kita masih terbatas.

Itulah sebabnya kita disuruh oleh Yang Maha Kuasa untuk tetap rendah hati.

Seperti pepatah Minang, raso jo pareso sabalik dahulu, atau tabayyun. Kalau pakai bahasa sains, harus melakukan triangularity.

Selamat tahun baru 2018. Semoga kita semakin arif dan bijaksana.

Salam
Riri Satria

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s