Sajak tentang Daulat Negeriku

Negeriku telah merdeka!
Benar! Katanya tahun 1945!
Namanya Republik Indonesia

Negeriku telah berdaulat!
Ah, yang benar?
Masa iya?

Sungguh aku sangsi
pada angka dan wacana
daulat ekonomi?
daulat pangan?
daulat energi?
daulat pendidikan?
daulat hukum?
daulat sosial?
daulat budaya?
daulat teknologi?
apalagi daulat rakyat?

Kesenjangan ekonomi menghantui
Indeks Gini ternyata tinggi
Semua penuh deviasi

Kita tak sepenuhnya berkuasa
atas sumber energi
di tanah air sendiri

Garam tiba-tiba langka di pasaran
Halo, bagaimana ini kedaulatan pangan?

Konon ada yang bilang
hukum berjarak dengan keadilan

Rakyat itu obyek pembangunan?
atau subyek pembangunan?
jangan-jangan korban pembangunan!

Katanya sejak 1998
negeri ini sudah era reformasi
ada Pak Habibie
ada Gus Dur
ada Bu Mega
ada Pak SBY
ada Pak Jokowi
semua berbuat untuk negeri

tetapi banyak tikus berdasi
membuat KPK sibuk tak henti
membuat kesejahteraan seolah mimpi
jauh panggang dari api

Ini salah siapa?
Salahmu!
Salahku!
Salah kita!

Jangan-jangan jadi rakyat, kita gak becus!
Maunya sejahtera, tanpa mau capek kerja

Inilah sepotong sajak
berkisah kegamangan
tentang daulat negeriku

Mungkin kita sudah merdeka
tetapi berdaulat?
masih tanda tanya

(Jakarta, 17/08/2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s