Ayo Menulis!

Menulis itu adalah suatu proses ekspresi yaitu menjadikan sesuatu yang tacit di dalam pikiran kita menjadi eksplisit sehingga bisa diketahui, disimak dan bahkan dipahami oleh orang lain. Dengan menulis, kita mengabadikan suatu pemikiran. Suatu pemikiran akan hilang begitu saja apabila tidak dituliskan.

Adolf Hitler dengan bukunya “Mein Kampf” dan slogan “Deutschland über alles” mampu membangkitkan nasionalisme bangsa Jerman secara kolektif setelah kalah dari perang dua pertama. Walaupun akhirnya kebablasan dan kalah lagi pada perang dunia kedua, tetapi kita melihat bagaimana dahsyatnya dampak dari sebuah tulisan.

Penyair Widji Thukul diburu oleh aparat keamanan republik ini di masa lalu dan sampai sekarang tidak diketahui di mana dia berada, entah masih hidup atau sudah meninggal. Kalau dipikir-pikir, apa kekuatan dari seorang Widji Thukul sehingga keberadaannya begitu dikhawatirkan oleh rezim masa lalu? Apakah dia punya pasukan bersenjata? Tidak! Dia “hanya” punya puisi. Puisi yang sanggup menggentarkan sebuah rezim.

***

Tentu saja menulis itu ada kaidah-kaidahnya. Penulisan ilmiah memiliki kaidah tersendiri yang begitu baku dan kaku. Demikian pula dengan tulisan regulasi atau hukum. Ini berbeda dengan menulis sastra, walaupun begitu tetap ada kaidah tersendiri.

Menulis yang asal-asalan tentu mengakibatkan pemikiran kita itu tidak utuh ditangkap oleh si pembaca. Intinya, menulis itu tentu ada “aturan-aturan” yang perlu diikuti supaya menghasilkan tulisan yang baik sesuai dengan tujuan penulisannya.

Dengan menulis, sebenarnya kita sudah ikut serta membangun peradaban manusia. Apapun yang kita tuliskan, entah itu karya ilmiah, regulasi dan hukum, reportase, novel, puisi, esai, dan sebagainya, selama itu mampu membangkitkan proses berpikir si pembacanya, maka itu adalah suatu sumbangan untuk membangun peradaban.

Apalagi jika tulisan itu melahirkan suatu dialog, diskusi atau polemik, maka secara perlahan membantu mengasah atau mempertajam pemikiran kita mengenai peradaban manusia.

Jangan khawatir dengan diskusi, perdebatan, atau polemik, selama itu dilandasi oleh keinginan untuk saling mengasah pemikiran. Tetapi debat kusir atau “polemik asal-asalan” yang dihindari saja karena akan menghabiskan waktu.

Begitu pentingnya sebuah tulisan walau singkat sekalipun. Melalui tulisan, kita berkontribusi terhadap peradaban manusia.

Ayo menulis!

Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s