Puisi Menolak Korupsi dan Seminar Scenario Planning

Setelah selesai sesi saya pada acara seminar tentang Scenario-Based Strategic Planning di PPM Manajemen, Menteng Jakarta (14/03/2017), saya didaulat Pak Anugerah Pekerti, dosen saya waktu S2 dulu sekaligus pembimbing tesis saya, serta sahabat baik alm ayah saya, untuk membacakan sebuah puisi.

Ini dikarenakan panitia memperkenalkan bahwa saya selain berprofesi sebagai konsultan manajemen dan bisnis, juga suka menulis puisi dan aktif di komunitas Dapur Sastra Jakarta.

Pak Anugerah Pekerti dulu mengajar kuliah Etika Bisnis dan banyak membahas soal korupsi di kelas. Beliau memberikan wawasan kepada kami begaimana bisnis yang tidak beretika (dalam hal ini termasuk korupsi) mungkin akan menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam jangka pendek, tetapi membawa kerusakan jangka panjang bagi suatu bangsa.

Saya pun memenuhi permintaan beliau dan membacakan puisi “Mendidik Korupsi” yang dimuat pada buku antologi “Puisi menolak Korupsi IV” dan dimuat ulang pada buku antologi puisi saya “Jendela“.

Puisi ini adalah sebuah keprihatinan di mana tanpa kita sadari rumah tangga juga bisa menjadi tempat pendidikan korupsi buat anak-anak.

Pada kesempatan itu saya juga menjelaskan gerakan budaya “Puisi Menolak Korupsi” kepada para peserta seminar yang hampir semuanya adalah para profesional pelaku bisnis. Bagaimana ratusan penyair se-Indonesia ikut bersama membangun gerakan budaya ini.

Gerakan budaya “Puisi Menolak Korupsi” harus masuk ke dalam komunitas bisnis melalui berbagai cara.

Terima kasih Pak Pekerti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s