menunggu pagi

lampu taman masih menyala
membayang di kaca jendela
malam merayap tanpa suara

duhai malam tak bertepi
ada rindu sang penari
menghentak menjelang pagi

ada kumpulan bait aksara
entah itu puisi atau apa
menyeruak dari relung jiwa

sebuah kisah di masa lalu
sudah hilang dimakan waktu
hanya tersisa warna biru

aku masih menunggu pagi
tersisa setengah cangkir kopi
jadikan kisah itu sebuah puisi

ada tangan-tangan gentayangan
menghapus jalan penuh kenangan
menyandera masa lalu dalam tahanan

teriakan itu sangat pedih
lalu memelas itu pun lirih
dan cinta itu penuh kasih

menjelang pagi di ruangku
ada bayangan terus menemaniku
dari desa yang hilang di masa lalu

duhai sahabat hati, maafkan aku
saat itu tak bisa menggapaimu
tapi sungguh, kau hidup di ruang hatiku

saat menjelang pagi
kisahmu kutulis jadi puisi

sejenak ku mengenangmu

(cibubur – 09 maret 2015)

IMG_0802

Advertisements

7 thoughts on “menunggu pagi

  1. Riri,,,bagus banget puisinya. ” tapi sungguh, kau hidup diruang hatiku ” Membuatku teringat seseorang yg juga ada di ruang hatiku,,,,hehe kok malah curhat ya,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s