suatu sore di jalanan ubud

ada suatu kisah di jalanan ubud kala sore hari
kala kata-kata mantera diucapkan sepenuh hati
ungkapan terima kasih atas berkah hari ini
sebentar lagi berlalu bersama perginya matahari

ada wacana kehidupan yang jadi impian
tersimpan lamunan berteman secangkir kopi hangat
apakah itu kedamaian? apakah itu kearifan?
adakah itu nyata dalam kamus semesta?
ah, masih banyak lagi setumpuk tanya

tadi di televisi ada sumpah serapah
untunglah tidak ada pertumpahan darah
yang mulia para wakil rakyat ribut
mereka bilang itu wujud perjuangan
mereka bilang itu membangun harapan

tapi sungguh aku ragu
bagaimana denganmu?
entahlah

suatu sore di jalanan ubud
berteman secangkir kopi yang mulai dingin
aku gagal mencari jawaban

mungkin kita hidup di dunia penuh sekat
di sini hari berlalu penuh damai
tanpa hiruk-pikuk penuh nista

dalam sebuah ruang yang berbeda
aku yakin ada batas sekat maya
hidup pun indah bagai pelangi
kita melukis hari penuh warna

ah, lagi-lagi aku menyusun kata
entah apa maknanya

(ubud bali – 02 oktober 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s