aku dan puisiku

puisiku adalah jiwaku
bagai energi quasar di semesta
menari liar mengitari galaksi
memuja bintang dan cahaya abadi

kata demi kata lalu-lalang di ruang batinku
acak di ruang kuantum heisenberg mayaku
ah, terlalu cepat berlalu!
jangan pergi!
aku rindu kamu

aku dan puisiku
adalah ledakan quasar di semesta
di ruang tak berhingga

hai kekasih liarku sang penjelajah waktu!
ke manakah kita akan berlalu?
mengitari galaksi?
memuja bintang dan cahaya abadi?

aku dan puisiku
tak perlu kau pahami
karena itu jelajahku
di pusaran semesta

puisiku adalah jelajahku
menembus makna tak berhingga
di pusaran sang waktu

(cibubur – tengah malam menjelang 26 juli 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s