pendar plasma – marina novianti

IMG_4991

Pada hari Minggu, tanggal 18 Mei 2014, sahabat saya Marina Novianti meluncurkan buku puisi tunggalnya yang diberi judul “Pendar Plasma”. Acara ini diselenggarakan di Pusat Dokumentasi Sastra H. B. Jassin – Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Jujur saja, pada acara inilah saya pertama kalinya ngobrol langsung dengan Marina. Biasanya kami hanya kontak lewat Facebook. Kok bisa? Saya memang pernah ketemu Marina pada acara peluncuran buku “Jejak Penyair 80” yang diselenggarakan pada tempat yang sama tanggal 6 Desember 2013 tahun yang lalu.

Saat itu saya belum kenal dengan Marina, dan dia mengisi acara tersebut dengan pembacaan puisi dan pementasan tarian yang berasal dari suku Batak. Saya sempat memotret penampilan Marina yang sangat ekspresif penuh totalitas, lalu upload ke Facebook, dan baru setelah itulah saya kenal dia, ya lewat Facebook itu.

MN05

Setelah itu saya sering membaca tulisan-tulisan Marina di Facebook. Begitulah dunia media sosial di internet seperti Facebook menghasilkan suatu paradigma cybersastra, di mana suatu karya sastra dari siapapun dapat dipublikasikan, dibaca, dan dibahas oleh siapapun selama dia bisa terkoneksi ke internet.

Apa yang membuat saya tertarik dengan tulisan-tulisan Marina? Ada dua hal, pertama, isinya banyak bercerita tentang “perlawanan” atau “pemberontakan” kepada situasi yang dianggap tidak adil, serta kedua banyak bercerita tentang kontemplasi yang berisikan perenungan.

Saya membaca berkali-kali tulisan Marina di Facebook yang berjudul “Pesan Bagi Buruan”, dan tulisan tersebut mengandung kedua hal yang saya sebutkan tadi.

Nah, saya memang bukan ahli kritik sastra. Jadi kemampuan saya memahami memang hanya sebatas itu. Di luar substansi, ada yang menarik, di mana tulisan-tulisan Marina menggunakan bahasa yang “cerdas” atau “intelek”. Belakangan saya tahu ternyata dia adalah seorang Sarjana Sains jurusan Biologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

MN03

Ternyata setelah bertemu, orangnya ternyata asyik juga, ramah, dan suka ngobrol. Pada cara ini, Marina memang menjadi sosok perhatian alias tokoh sentral. It is really her day!

Banyak apresiasi yang diberikan para penyair senior yang menjadi panelis dalam diskusi peluncuran buku ini, yaitu Bang Remmy Novaris, Bang Saut Poltak Tambunan, Bang Nanang R. Supriyatin, serta Mbak Akidah Gauzillah yang berperan sebagai kurator puisi Marina yang diterbitkan dalam buku “Pendar Plasma”.

Pada acara ini, saya menyimak diskusi yang berlangsung diantara keempat panelis dan Bang Nanang R. Supriyatin bertindak sebagai moderator. Banyak hal-hal menarik disampaikan dalam diskusi tersebut. Bang Nanang mengungkapkan bahwa karya sastra itu ibarat memotret kehidupan, berbagai dimensi kehidupan, baik hubungan antar manusia, lingkungan, maupun hubungan dengan Tuhan.

Di sisi lain, Nanang mengatakan memang tidak banyak penyair perempuan yang muncul ke permukaan, dan Marina adalah salah satu sosok penyair perempuan yang tampil dengan topik kemanusiaan dan hubungan dengan Tuhan.

MN14M

Bang Remmy Novaris memiliki perspektif yang sama dengan Nanang. Menurut Remmy, karya sastra itu tidak hanya berbicara tentang langit, daun, laut, hujan, bulan, dan sejenisnya, melainkan juga harus mampu membahas ekonomi, politik, sosiologi, dan sebagainya. Karya sastra itu tidak boleh seperti katak di bawah tempurung.

Jika karya sastra sudah mampu masuk ke topik-topik tersebut, maka karya sastra pun akan diperhitungkan manfaatnya untuk kehidupan. Dia akan menjadi cermin kehidupan. Bang Remmy kemudian memuji Marina yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu biologi sebagai suatu hal yang positif dan akan memperkaya dunia sastra itu sendiri.

Judul buku Marina yang ada kata-kata “plasma” sudah menunjukkan bahwa ini terpengaruh dunia biologi.

MN14L

Saya menyimak penuturan Mbak Akidah Gauzillah pada acara ini. Dia yang melakukan “seleksi” terhadap karya-karya Marina sehingga terpilihlah karya-karya yang sudah “mature” (demikian istilah Mbak Akidah) dan layak diterbitkan.

Saya baru kenal dengan Mbak Akidah ini, tetapi dari substansi bahasannya yang sarat dengan filsafat, saya bisa menebak bahwa beliau ini adalah orang yang sangat paham dunia sastra dan mampu menempatkan karya sastra dalam perspektif kehidupan.

Dengan fasih Mbak Akidah membahas berbagai isu sosial yang perlu dipotret oleh para penyair. Dengan demikian, suatu karya sastra menjadi lebih “bunyi” dan menjadi penggugah.

Bang Saut Poltak Tambunan, seorang sastrawan senior menyampaikan apresiasinya kepada Marina berkaitan dengan apa yang dia sebut suatu “kegelisahan kreatif”. Hal inilah yang mendorong Marina mampu melahirkan tulisan-tulisan yang kontemplatif atau perenungan. Bang Saut pun mengatakan bahwa kehadiran Marina patut diperhitungkan sebagai salah satu penyair wanita di Indonesia saat ini.

10313962_10152396323462866_4327460728848146968_n

Tiba-tiba Bang Nanang Supriyatin yang menjadi moderator meminta saya untuk memberikan komentar atau apresiasi. Ditodong mendadak seperti itu, saya pun kaget dan gelagapan. Mau bicara apa? Akhirnya saya pun membahas tentang peranan dunia internet terutama media sosial yang mungkin mengubah dunia sastra seperti halnya internet mengubah dunia lain seperti ekonomi, pendidikan, bisnis, dan sebagainya.

MN15L

MN15Q

Akhir kata, selamat untuk Marina Novianti. Teruslah berkarya. Kalau saya tidak salah dengar, Marina juga sudah memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi S2 ke Jerman. Selamat juga untuk studinya. Teruslah menuliskan kehidupan dengan segala dimensinya sehingga menggugah dan menjadi perenungan setiap orang membacanya. Itulah kontribusi sastrawan untuk kehidupan, membangun peradaban dari sisi nurani.

Salam
Riri

MN02AA

MN03AA

Advertisements

2 thoughts on “pendar plasma – marina novianti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s