mengenang almarhum papi

12243442_557267354441956_1053564926875227777_n

dengan apa yang kau miliki kita bisa saja hidup dengan nyaman
di negeri orang yang sudah maju dan jauh lebih mapan
tetapi kau memilih untuk pulang ke indonesia
pulang ke kampung halaman di pantai barat pulau sumatera
“kita orang indonesia, kita sejatinya membangun bangsa ini”
demikian ucapanmu kepadaku yang saat itu masih kanak-kanak

kau pernah meninggalkan pekerjaan
pada sebuah perusahaan raksasa milik negara
kau pernah mengatakan terlalu banyak korupsi
dan perbuatan jahat lainnya di sana
kau memang terlalu lugu untuk jadi birokrat nakal
dan hati nuranimu menolak

jika kau mau menutup nurani
mungkin kita sudah kaya raya
tetapi pasti tidak berkah

tetapi kau memilih jalan pengabdian
mendidik anak bangsa di kampus
mencerdaskan kehidupan bangsa katamu
persis seperti pembukaan UUD 1945
dan kau mengajak kami hidup sederhana
menyukuri apa yang ada

saat aku menjelang dewasa
kau pernah berpesan kepadaku
bahwa kebahagiaan itu sesungguhnya
apabila kita bermanfaat untuk kehidupan
pilihlah jalan agar bisa berbuat yang terbaik
untuk sesama manusia dan alam
ikhlas dalam melakukannya
karena Tuhan itu tidak pernah tidur

di hari tuamu, ternyata kita teman untuk diskusi dan debat
orang bilang pada diriku mengalir darahmu sebagai pengajar
yang senang berdiskusi dan berbagi dengan orang lain
kita pun membahas bagaimana cara mengajar yang menyenangkan
aku menikmati saat-saat ke toko buku Kinokuniya atau Gramedia
dan mendiskusikan berbagai buku yang dipajang di sana

kau pernah mengatakan padaku
tugas seorang dosen itu melayani mahasiswa
membimbing mahasiswa dengan baik untuk menemukan jalannya
ah, bukankah itu sejalan dengan teori Stephen Covey “The 8th Habit”
walaupun buku tersebut belum terbit saat itu

pikiranmu memang jauh melampaui zamanmu
banyak yang sulit mengikuti pemikiranmu
tetapi banyak yang datang padamu pada saat-saat kritis
sekedar minta pendapat atau mengajak ikut memperbaiki
masih ingat hangatnya merger Semen Padang dan Semen Gresik?
atau menyelamatkan berbagai BUMD di Sumatera Barat?
ada sentuhan-sentuhan tanganmu memecahkan masalah di sana
yang menunjukkan kapasitasmu yang tidak hanya berteori semata

kau memang sosok yang sangat tegas dengan prinsip
kau memang tak silau dengan jabatan jika harus melanggar prinsip
kau memilih untuk mengundurkan diri daripada melanggar prinsip
“jangan pernah melacurkan hidup dengan mengorbankan prinsip”
demikian katamu padaku suatu waktu dengan tatapan mata tajam
saat ngobrol di ruang tengah rumah kita di Padang yang penuh buku
tetaplah hidup dengan memegang teguh prinsip, demikian pesanmu
sebuah pesan yang tak akan pernah hilang dari ingatanku

senin, 16 januari 2012, tugasmu di dunia selesai sudah
tepat dua hari sebelum genap usiamu 74 tahun
Yang Maha Kuasa memanggilmu untuk menghadap-Nya
innalillahi wa inna ilaihi rojiun
kami pun mengantarmu dengan munajat doa
kembali ke pangkuan Sang Maha Pencipta
selamat jalan papi

(sebuah puisi mengenang almarhum ayahanda Chaidir Anwar, yang wafat tanggal 16 januari 2012, tepat dua hari sebelum ulang tahun yang ke-74 .. almarhum termasuk dalam rombongan pemuda Sumatera Barat generasi pertama yang disekolahkan ke luar negeri pasca peristiwa PRRI, menghabiskan masa kuliahnya sejak tahun 1960 di New York (S1 dari State University of New York) dan Hawaii (S2 dari University of Hawaii), lalu kembali ke tanah air tahun 1967 dan mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang .. setelah berpulang menghadap Allah SWT Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta, beliau dimakamkan di kota Padang … his wisdom always in my mind and heart ..)

Advertisements

6 thoughts on “mengenang almarhum papi

  1. Mohon izin untuk menjadikan kalimat ini sebagai salah satu pegangan hidup: “jangan pernah melacurkan hidup dengan mengorbankan prinsip”.

    Sebagai orang yang tidak pernah merasakan memiliki ayah, saya berani mengucapkan: pak Chaidir Anwar adalah ayah dan pendidik yang luar biasa.

    • silakan Sisca .. terima kasih atas komentarnya .. ya, papi mengabdikan dirinya sebagai pengajar mencerdaskan anak bangsa dalam hidup .. mungkin itu yang saya warisi .. terima kasih

  2. Mengutip 3 bagian yg terpenting “tetaplah hidup dengan memegang teguh prinsip,pilihlah jalan agar bisa berbuat yang terbaik
    untuk sesama manusia dan alam.
    “jangan pernah melacurkan hidup dengan mengorbankan prinsip”.sebuah nasehat yang dasyat yang pantas diteladani dari beliau.
    Selamat ya Bang Riri Satria beliau pasti bangga dengan abang yg mengikuti petuah hebatnya.
    Menyimak dengan seksama seluruh ingatanmu tentang beliau

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s